Tips Menghindari Ketegangan Dengan Mertua

Tips Menghindari Ketegangan Dengan  Mertua  –   Salah satu masalah umum yang sering dihadapi oleh pasangan  yang baru menikah adalah kehadiran orang ketiga yang sulit dihindari. Bukan wanita idalamn lain atau pria idaman lain melainkan mertua. Dan biasanya  yang sering terlibat  konflik seperti  ini adalah antara  menantu perempuan dan mertua  perempuan.

Ada  yang sukses  menjalani ujian pertama  ketika  sebelum menikah, diterima dengan   hangat  dan nyambung dengan   calon mertua.  Namun setelah  menikah,  bukan tidak  mungkin  bisa terjadi  konflik atau gesekan  antara mertua dan menantu perempuan. Mungkin karena  menantu  perempuan  merasa terlalu diatur  atau dicampuri  urusannya oleh mertua  atau  mertua perempuan  yang merasa  urusan  anaknya termasuk rumah tangga  juga  masih jadi perhatian baginya,  merasa  bersaing mendapat perhatian dari anak laki-lakinya atau masalah lainnya.

Mature woman standing outside front door, waving spoon (fish-eye)

Masalah yang sepele  pun bisa jadi  pemicu perselisihan  antara menantu dan mertua  kalau kita tidak arif  mensikapinya.  Nah berikut  ini adalah beberapa  hal yang bisa kita lakukan untuk  mengantisipasi atau mengatasi  konflik  yang terjadi dengan mertua  kita.

 

Hargai Mertua

Berbeda  pendapat  adalah sesuatu  yang wajar  dengan siapapun termasuk dengan  orang tua. Saat  anda dan suami memutuskan sesuatu  hal  yang berbeda dengan mertua jangan langsung  menunjukkan sikap reaktif atau tidak suka.  Pintar-pintarlah anda  berdiplomasi dan  menampung  saran dari orang tua meskipun  anda tidak setuju. Setidaknya ketika anda  menunjukkan sikap yang menghargai  orang tua  bisa meredam kemungkinan konflik. Apalagi  kalau mertua  kita sudah berusia  lanjut,  ia cenderung  jadi perasa,  tersinggung atau emosional. Kasihan suami kita, ia akan berada dalam dilema  karena  harus mendamaikan dua wanita  yang dicintainya. Anda dan ibunya.

Berinisiatif  Untuk  Minta Maaf

Jangan  gengsi  untuk meminta maaf lebih dulu  pada  mertua.  Meskipun anda merasa  gengsi setengah  mati  namun  dengan melepaskan ego  kita dengan berinisiatif  meminta maaf lebih  dulu bisa meredam  omelan atau keluhan dari  mertua kita.  Sekalipun kita merasa  tidak bersalah, setidaknya  telinga kita tidak dibuat panas dan merah oleh komplain yang disampaikan oleh mertua kita, kan, Ladies? Pintar-pintarlah meraih hatinya. Lama-lama  keluwesan kita  menghadapinya  bisa membuat luluh hatinya. Siapa tahu kita malah  jadi menantu kesayangannya.

Tinggal Berbeda Rumah

Saat  kita sudah berusaha  untuk mengalah  dan menghindari  konflik,  ternyata  mertua atau  saudara dari suami  masih merecoki urusan  kitasehingga  tetap saja  ketegangan  terjadi antara  kita dengan mertua. Solusi terbaiknya adalah kita  memilih  untuk berpisah  alias  pindah rumah, tidak  lagi tinggal serumah dengan mertua.  Justru  malah  dengan tinggal terpisah  ini  membuat kita  jadi saling rindu dan saling sayang dengan mertua  kita  lo, Ladies. Lagipula  siapa yang tidak senang kalau  ternyata akhirnya kita  bisa  punya rumah sendiri, kan?

gambar: huffingtonpost.com